Merawat Tradisi : Kiprah Kontingen DAD Kecamatan Ambalau pada PGD XIII Tahun 2026
| Docpri: Piagam penghargaan peringkat terbaik III |
Literasiuuddanum.com-Pekan Gawai Dayak (PGD) merupakan ajang pelestarian budaya yang mempertemukan masyarakat Dayak dari berbagai daerah di Kabupaten Sintang untuk menampilkan kekayaan adat, tradisi, dan kearifan lokal.
Sebagai bagian dari keluarga besar Dayak di Kabupaten Sintang, Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Ambalau turut mengambil bagian dengan mengirimkan utusan pada 12 jenis perlombaan. Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen DAD Kecamatan Ambalau dalam melestarikan, memperkenalkan, dan mengembangkan warisan budaya leluhur kepada masyarakat yang lebih luas.
Perjalanan dan Ikon Stan
Kontingen DAD Kecamatan Ambalau berjumlah 47 orang dan dipimpin oleh Antonius Junas selaku Ketua Kontingen di bawah naungan Ketua DAD Kecamatan Ambalau, Veronika Unon.
Sebelum bertolak menuju Kota Sintang, rombongan dilepas secara resmi oleh unsur pimpinan Kecamatan Ambalau bersama Temenggung Koordinator Kecamatan Ambalau sebagai bentuk dukungan, doa, dan harapan agar seluruh peserta dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama daerah.
Baca juga : Songumang Noon Bubuk: Sepenggal Catatan Sastra Lisan PGD 2026
Perjalanan menuju Kota Sintang dimulai pada 26 Juli 2026 dari Nanga Kemangai. Rombongan menyusuri Sungai Melawi menggunakan dua unit speedboat berkekuatan 40 PK menuju Kecamatan Serawai, kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur darat dengan dua unit mobil hingga tiba di Kota Sintang.
Perjalanan yang cukup Panjang dan melelahkan tersebut menjadi bagian dari perjuangan kontingen dalam membawa nama baik Kecamatan Ambalau di ajang budaya tingkat kabupaten.
Dalam perhelatan PGD XIII Tahun 2026, Kontingen DAD Kecamatan Ambalau mengangkat Sahkik Koruh sebagai ikon utama stan. Ikon budaya ini dipilih karena mencerminkan nilai-nilai adat, spiritualitas, serta kearifan lokal masyarakat Ambalau yang selaras dengan tema PGD tahun ini.
Seperangkat perlengkapan ritual Sahkik Koruh ditampilkan secara utuh dan menjadi daya tarik utama stan DAD Kecamatan Ambalau. Selama pelaksanaan gawai, stan tersebut ramai dikunjungi tamu, peserta, maupun masyarakat umum. Kehadiran Sahkik Koruh bukan sekadar menjadi pajangan budaya, melainkan sebuah ikhtiar untuk memperkenalkan identitas serta kekayaan tradisi masyarakat Ambalau kepada khalayak yang lebih luas.
Hasil Lomba dan Prestasi
Kerja keras dan persiapan yang dilakukan seluruh kontingen selama lima hari pelaksanaan PGD membuahkan hasil yang membanggakan. Kontingen DAD Kecamatan Ambalau berhasil meraih 10 piala dan 11 piagam penghargaan dari berbagai jenis perlombaan.
Capaian ini menjadi bukti dedikasi para peserta sekaligus menunjukkan bahwa seni, sastra, dan budaya masyarakat Ambalau mampu bersaing di tingkat Kabupaten Sintang.
| Docpri : Daftar jenis lomba, nama peserta dan hasil perolehan DAD Kec. Ambalau PGD Tahun 2026 |
Akumulasi deretan prestasi tersebut berhasil mengantarkan Kontingen DAD Kecamatan Ambalau merengkuh Peringkat Terbaik III dari 14 kontingen DAD kecamatan yang berpartisipasi dalam Pekan Gawai Dayak XIII Tahun 2026.
Prestasi ini patut disyukuri karena diraih di tengah berbagai keterbatasan. Persiapan kontingen dilakukan dalam waktu yang relatif singkat mengingat kepengurusan DAD Kecamatan Ambalau yang baru terbentuk belum genap satu bulan. Di samping itu, tantangan jarak tempuh, transportasi, serta terbatasnya waktu latihan menjadi bagian dari proses yang harus dihadapi bersama. Namun, seluruh keterbatasan tersebut mampu dihadapi dengan semangat gotong royong, saling mendukung, dan tekad yang kuat.
Sebagai bentuk penghormatan kepada lembaga adat, seluruh piala yang berhasil diraih diserahkan oleh para pemenang kepada Ketua DAD Kecamatan Ambalau untuk disimpan sebagai dokumentasi sekaligus simbol kebersamaan. Piala-piala tersebut bukan sekadar lambang kemenangan, tetapi menjadi pengingat bahwa dengan persatuan dan kerja sama, keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.
Apresiasi dan Refleksi
Camat Ambalau, Wiwinardi, menyampaikan, "Atas nama pemerintah kecamatan, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi DAD Kecamatan Ambalau yang sukses meraih peringkat terbaik III. Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya yang dilakukan, baik saat ini maupun di masa yang akan datang."
Pekan Gawai Dayak XIII Tahun 2026 telah usai, tetapi semangat untuk merawat adat dan budaya tidak boleh berhenti di sini. Prestasi yang diraih hendaknya menjadi penyemangat untuk terus memperkuat kebersamaan, membangun komunikasi, dan menempatkan kepentingan budaya di atas kepentingan pribadi.
Sebuah perenungan penting yang patut dijaga bersama, budaya adalah pohon besar yang menaungi kehidupan kita. Rawatlah pohon itu dengan sepenuh jiwa, walau ada dahan yang mulai merapuh. Jangan hanya karena satu dahan yang rusak, kita melupakan akar kokoh yang selama ini memberi kehidupan. Selama akar kebersamaan itu tetap terjaga, pohon budaya akan terus tumbuh, memberi keteduhan, dan membuahkan kebanggaan yang dapat dinikmati oleh generasi di masa depan.
***
Penulis: Jonison