SDN 45 Semubuk: "Asa Pendidikan di Tengah Keterbatasan"


Foto bersama Pengawas Sekolah, Plt. Kepala Sekolah, tenaga pendidik, orang tua murid, tokoh masyarakat, dan peserta didik SDN 45 Semubuk, Kecamatan Ketungau Hilir. 
Literasiuuddanum.com. - Jumat, 13 Februari 2026, menjadi sebuah catatan perjalanan yang berkesan bagi saya. Sesuai kesepakatan dengan Plt. Kepala SDN 45 Semubuk, Kecamatan Ketungau Hilir, saya menyempatkan diri hadir untuk memberikan motivasi dan arahan di sekolah tersebut. 

Kunjungan ini saya selipkan di sela-sela kesibukan membersamai Ajang Talenta Tingkat Gugus IV di SDN 31 Pedadang Hulu yang sedang berlangsung. 

Perjalanan yang Selalu Punya Ceritanya Sendiri

Kami berangkat pukul 08.02 WIB dari SDN 31 Pedadang Hulu. Baru sekitar 15 menit saya berboncengan motor dengan Pak Kepala Sekolah, ban motor kami kempis di tengah jalan. 

Di lokasi tersebut, tak ada sinyal ponsel. Menurut Pak Kepala Sekolah, bengkel terdekat masih berjarak beberapa tikungan lagi.

Tak ada pilihan lain, kami terpaksa terus melaju dengan kondisi ban kempis, menerjang jalanan tanah kuning yang berdebu dan bebatuan. Sesampainya di bengkel, motor kami tinggalkan dengan montir dan kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki karena jalannya sudah tidak terlalu jauh. 

Setibanya di halaman sekolah, kami disambut oleh guru yang bertugas di situ termasuk orang tua murid yang akan menghadiri pertemuan.

Baca juga : Melintasi Riam, Menyapa Sekolah: Catatan Perjalanan Monev AAS di SD Tiga Jalur Sungai di Kec. Ambalau

Pertemuan siang itu berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang erat bersama orang tua murid, Ketua Komite, Ketua RT, Ketua BPD, dan tokoh masyarakat lainnya. 

Sambil menikmati kopi yang disuguhkan, pertemuan dimulai dengan pengantar singkat oleh Plt. Kepala Sekolah yang kemudian dilanjutkan dengan arahan dan motivasi oleh Pengawas Sekolah, sebelum akhirnya kami masuk ke sesi diskusi bersama.

(Kiri): Pengawas Sekolah memberikan arahan dan motivasi. (Kanan): Peserta pertemuan; Plt. Kepala Sekolah, para guru, orang tua murid, dan tokoh masyarakat. 

Dialog yang terbangun begitu terbuka. Sebuah cerminan kepedulian masyarakat Semubuk terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka sangatlah besar.

Menelusuri Akar SDN 45 Semubuk

Dahulu, sekolah ini menginduk pada SDN 26 SP Serangas Indung, namun pada tahun 2017 sekolah tersebut sempat tutup. Atas inisiatif Pak Pelif dan warga, sekolah ini dibuka kembali pada Agustus 2021 dengan berinduk di SDN 09 Setungkup sampai saat ini. 

Saat awal dibuka kembali, siswanya baru berjumlah 6 orang dengan bangunan sekolah yang masih berupa swadaya masyarakat. Sekolah dikelola oleh Pak Pelif seorang diri.

Seiring waktu jumlah siswa  dan rombel bertambah. Waktu itu sudah masuk tahun ke-3, anak-anak sudah naik kelas 3, jadi ruangan dibagi dua. Kelas 1 dan 2 di dalam kelas, sedangkan kelas 3 di teras Polindes. 

“Kalau musim hujan kami di gereja, di GKII Gunung Karmel Semubuk,” kenang Pak Pelif. 

Beliau menambahkan, “Sebenarnya pak pada waktu itu saya mau jadi mandor di PT. DRM yang diurus oleh mantan kepala desa, tapi masyarakat minta bantu karena di Semubuk banyak anak-anak yang mau sekolah tapi jauh, maka saya dan istri berdoa dan mengambil keputusan untuk mengajar anak-anak itu.”

Kondisi Fisik dan Keterbatasan Lokal

Kini, SDN 45 Semubuk telah menempati lahan baru seluas 1,9 hektar tak jauh dari Kantor Camat Ketungau Hilir. Sarana fisik yang ada saat ini terdiri dari satu unit ruang kelas permanen hasil aspirasi Bapak Heri Jambri, serta satu unit bangunan lama hasil swadaya masyarakat yang materialnya dipindahkan dan didirikan kembali seadanya, yang kini disekat menjadi dua lokal kelas. 

Selain itu, terdapat satu unit ruang kelas baru yang sedang dalam tahap penyelesaian sejak tahun 2025 sampai atap dan akan dilanjutkan tahun 2026.

Meja kursi di sekolah ini masih sangat terbatas, beberapa meja kursi bantuan aspirasi dewan, 10 pasang meja kursi siswa, 1 pasang meja kursi guru, serta meja kursi sederhana hasil swadaya masyarakat. Lemari dan kantor guru belum ada. 

Karena terbatasnya lokal maka untuk 5 rombel, 3 rombel harus bergabung dalam 1 lokal. Hal ini berdampak pada proses pembelajaran yang tidak maksimal karena jika guru mengajar bersamaan maka suara-suara akan terbagi sehingga fokus anak menjadi berkurang.

Tantangan Masa Transisi

Sebagai Pengawas Sekolah, dinamika administratif yang dihadapi SDN 45 Semubuk menjadi perhatian khusus. 

Secara legalitas, sekolah ini resmi menjadi sekolah negeri pada 15 Agustus 2025 melalui Keputusan Bupati Sintang Nomor: 400.3/1351/KEP-DISDIKBUD/2025. 

Namun, karena NPSN dan Dapodik baru terbit pada Januari 2026, berdasarkan regulasi Permendikbudristek No. 63 Tahun 2022, sekolah ini belum bisa menerima Dana BOS secara mandiri untuk tahun anggaran 2026. Hingga saat ini, operasionalnya masih harus bersandar pada sekolah asal, SDN 9 Setungkup.

Struktur kepemimpinan dan pengawasan pun telah ditetapkan. Berdasarkan Surat Perintah Pelaksana Tugas Nomor: 400.3.7/6454.2/DISDIKBUD/E, Bapak Natanael diberikan mandat sebagai Plt. Kepala Sekolah terhitung mulai 1 September 2025. 

Namun, perlu menjadi catatan bahwa dalam poin pertama surat perintah tersebut, ditegaskan bahwa tugas ini merupakan tugas tambahan di samping tugas pokok beliau sebagai guru di SDN 30 Pedadang Hilir. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi efektivitas manajemen sekolah, mengingat fokus dan kehadiran fisik beliau harus terbagi di dua sekolah yang berbeda.

Sementara itu, untuk fungsi pendampingan dan pengawasan, tanggung jawab diberikan kepada Bapak Jonison, M.Pd., berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Nomor: 400.3/008/TAHUN 2026 tertanggal 6 Januari 2026. 

Sinergi antara Pengawas Sekolah, Plt. Kepala Sekolah, dan guru-guru di lapangan menjadi kunci utama dalam mengawal masa transisi ini agar proses pendidikan tetap berjalan meskipun di tengah berbagai keterbatasan regulasi dan personel.

Foto: Pengawas Sekolah bersama Plt. KS dan Dewan Guru SDN 45 Semubuk
Saat ini, SDN 45 Semubuk melayani 35 orang murid dengan 5 rombongan belajar. Kondisi tenaga pendidik hanya terdiri dari tiga orang GTT/Honorer di luar Plt. Kepala Sekolah, yaitu Pelif Letde, S.Pd.K., Yuni, dan Desi. Hal ini menunjukkan bahwa di sekolah yang telah memiliki 5 rombongan belajar ini, belum tersedia satu pun tenaga pendidik dengan status ASN tetap.

Gaji Pak Pelif masih bersumber dari dana BOS sekolah asal, sementara Yuni dan Desi mendapat bantuan dari PT. Bonti Permai Jayaraya Utama (BPJU) sebesar Rp500.000 yang dibagi untuk berdua. 

Luar biasanya, di tengah keterbatasan honor tersebut, para guru ini tetap semangat, bahkan Yuni dan Desi masih menempuh studi di Universitas Terbuka demi meningkatkan kompetensi mereka.

Harapan yang Dititipkan

Dalam sesi diskusi, tersirat harapan besar dari para orang tua murid dan tokoh masyarakat agar ada perhatian lebih dari pemerintah, terutama terkait pemenuhan sarana bangunan dan tenaga pendidik tetap, sehingga anak-anak mereka bisa menikmati pendidikan yang selayaknya.

Sesi foto bersama menandai penutupan pertemuan tersebut. Sebelum berpamitan, saya menyempatkan diri kembali mengajak berbincang-bincang dengan ketiga guru tersebut untuk memberikan penguatan dan motivasi.

Berdasarkan kondisi riil di lapangan, pemenuhan sarana fisik melalui percepatan ruang kelas baru dan pengadaan meja-kursi yang layak, serta penataan tenaga pendidik tetap, perlu menjadi prioritas perhatian ke depan. Pendampingan administratif di masa transisi ini pun menjadi kunci krusial agar SDN 45 Semubuk dapat segera mandiri secara operasional.

Perjalanan kembali untuk melanjutkan kegiatan Ajang Talenta di SDN 31 Pedadang Hulu memberikan refleksi mendalam bagi saya. 

Ban motor yang kempis dan debu jalanan yang menempel menjadi pengingat, bahwa di balik data administrasi, ada perjuangan nyata masyarakat yang haus akan pendidikan. Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa lilin pendidikan di SDN 45 Semubuk ini tetap menyala terang bagi masa depan anak-anak bumi Senentang.***

Oleh: Jonison, M.Pd. (Pengawas Sekolah Dasar Disdikbud Kab. Sintang)




Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url