Kotihkak Nyalan


Dalam sebagian tradisi dan kepercayaan masyarakat Dayak Uut Danum di Kalimantan, terdapat hari-hari tertentu yang dipercaya memiliki pertanda baik maupun kurang baik untuk memulai perjalanan jauh, membuka ladang, berburu, atau melakukan pekerjaan penting lainnya. Salah satu hari yang dipercaya memiliki pantangan tertentu adalah hari Selasa, yang dalam beberapa kampung dianggap kurang baik untuk bepergian jauh.

Kepercayaan tersebut berkaitan erat dengan tanda-tanda alam, warisan leluhur, pengalaman turun-temurun, serta keyakinan spiritual adat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi sebagian orang tua Dayak Uut Danum, bepergian pada hari Selasa dipercaya dapat membawa kesialan di perjalanan, hambatan rezeki, kecelakaan, maupun gangguan dari roh penunggu hutan dan sungai.

Karena itu, pada masa dahulu masyarakat sering menunda membuka perjalanan dagang, merantau, pergi berburu jauh, ataupun berlayar menyusuri sungai apabila hari keberangkatan jatuh pada hari Selasa. Sikap tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian serta penghormatan terhadap adat dan pesan leluhur yang telah lama dijaga dalam kehidupan masyarakat.

Namun demikian, kepercayaan ini tidak selalu sama di setiap daerah. Setiap subkelompok Dayak dan setiap kampung memiliki pantangan adat yang berbeda-beda. Ada masyarakat yang masih sangat memegang kepercayaan tersebut, tetapi ada pula yang kini menganggapnya sebagai bagian dari budaya leluhur yang tetap dihormati walaupun tidak lagi dijalankan secara ketat.

Dalam budaya Dayak sendiri, pantangan seperti ini dipandang sebagai bagian dari adat sekaligus pengingat agar manusia selalu berhati-hati, menghormati alam, serta tidak sembarangan dalam bertindak. Tradisi tersebut juga menunjukkan kuatnya hubungan masyarakat Dayak dengan alam, kehidupan spiritual, dan penghormatan terhadap leluhur yang menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.

Sumber: Dokumentasi ilustrasi AI.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url